Bentar lagi PEMILU diadakan, jika kita telisik dari berbagai media cetak dan elektronik, telah nampak geliat menjamurnya partai-partai baru yang benar-benar baru, atau kembalinya partai-partai lama yang telah lama menyepi, hingga munculnya tokoh-tokoh baru yang menebar simpati, atau kembalinya tokoh-tokoh lama yang sempat menghilang. Seyogyanya pemilu adalah untuk kepentingan rakyat, maka partai yang paling dekat dengan rakyat dan membela kepentingan rakyatlah yang akan menang, dan pemimpin yang dekat dengan rakyat dan membela kepentingan rakyatlah yang layak memimpin negeri kita ini.

Jika kita temukan sekarang, sepertinya ciri-ciri tersebut belum juga muncul, partai yang baik adalah partai yang selalu senantiasa mendampingi rakyat, saat rakyat terhimpit, saat rakyat teraniaya dan terdiskriminasi oleh suatu sistem. Ke-tidakadilan yang diderita suatu kaum, monopoli suatu pihak, dan kemiskinan adalah suatu masalah besar yang patut dicerna dan diberikan solusi secepatnya.

Idealnya, semakin sedikit partai maka akan semakin mudah suatu masyarakat dikelola, semakin banyak partai maka akan menghasilkan kompleksitas masalah yang semakin besar. Jadi, idealnya semakin sedikit partai akan menghasilkan sedikit masalah. Saya sendiri saat ini bingung mau memilih partai mana, kita harus selektif, jika tidak kita akan salah memilih pemimpin (menurut pendapat suatu partai).

Sebenarnya tidak ada istilah salam memilih pemimpin, kepemimpinan adalah di tangan rakyat, jadi lebih baik kita memperbaiki masyarakat kita, masalah pemimpin itu masalah nanti. Jika kita memiliki masyarakat yang baik maka dengan sendirinya akan muncul tokoh yang paling baik. Jika masyarakat kita preman semua, maka akan muncul pemimpin-pemimpin yang memang "preman".

Pertanyaanya, Bagaimana sebaiknya sikap kita terhadap Pemerintah, Pemilu, dan Undang-undang? Jawabannya adalah tergantung pada nurani kita, semakin kita tidak mendukung pemerintah, maka 'orang' pemerintah akan sangat mustahil membela kepentingan masyarakat, malah cenderung akan mengutamakan kepentingan pribadi mereka. Tapi jika kita mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang baik, mendukung pemilu dengan melaksanakan hak dan kewajiban sebaik mungkin, dan mentaati peraturan yang berlaku, maka tidak akan ada pemimpin yang mengutamakan kepentingan pribadi lagi, karena secara hukum alam mereka akan tersingkir.

Marilah kita dukung Pemilu, hormati kemenangan suatu partai, hormati pendapat orang lain, dan ingat, marilah kita berpikiran positif terhadap pemimpin, kepemimpinan merupakan suatu amanah yang hidup, jika amanah tersebut dikhianati, niscahnya amanat tersebut akan menuntut balas baik cepat atau lambat, di dunia atau di akhirat, Ingatlah itu Pemimpinku.

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

0 comments