Telah berumur 100 tahun Kebangkitan Nasional, tonggak kebangkitan nasional ditandai dengan menyatunya seluruh unsur kepemudaan pada tanggal 20 Mei 1908 dengan wadah Boedi Oetomo. Memang, pada tanggal tersebut bukan merupakan hari kemerdekaan Indonesia, dan secara langsung tidak terlihat adanya kaitan yang signifikan antara kebangkitan nasional dan kemerdekaan Indonesia, tapi pada hari tersebut merupakan tonggak kesadaran bangsa akan pentingnya pendidikan nasional untuk bangsa agar bangsa ini menjadi bangsa yang lebih pintar dan sadar akan manfaat pendidikan.

Berselang 37 tahun kemudian, pada tahun 1945 Indonesia baru dapat terbebas dari penjajahan yang telah diderita bangsa kita selama 350 tahun, sedikit banyak, hal yang paling memepengaruhi tercapainya kemerdekaan Indonesia adalah dengan adanya kaum-kaum intelektual muda hasil investasi peristiwa kebangkitan nasional, yang telah menyadari bahwa bangsa ini telah ratusan tahun dibodohi oleh penjajah.
Jika kita menilik lebih jauh akan peristiwa-peristiwa yang terjadi saat ini (100 tahun dari 1908), kita dapat menarik semacam benang merah, bahwa bangsa kita masih terlalu mudah untuk dibodohi oleh pihak-pihak lain, bangsa kita masih sangt-sangat kekurangan dalam hal pendidikan, yang jika kita tidak sadari lebih dini, maka kita akan terus terjajah sama seperti 100 tahun yang lalu. Bagaimanakah solusi terbaik untuk lepas dari permasalahan ini?, jika kita boleh mencontoh dari peristiwa kebangkitan nasional, langkah paling tepat adalah dengan menggalang kembali seluuh elemen masyarakat khususnya pemuda Indonesia untuk menciptakan sebuah revolusi dalam Persatuan dan Kesatuan untuk membangun suatu Kebangkitan Nasional untuk menyelematkan bangsa, hal paling dasar adalah dengan memprioritaskan pendidikan demi tercapainya bangsa yang lebih bermutu dan lebih pandai. Apakah kita harus mengandalkan pemerintah saat ini, jangan-jangan (sistem) kepemerintahan saat ini masih memiliki pola yang sama yang menghambat penidikan nasional seperti 100 tahun yang lalu.
Jika kita berhasil menggalang atau membangun Kebangkitan Nasional (tahap II) maka minimal kita akan menuai hasilnya 30 sampai 40 tahun kemudian! Apakah ini merupakan waktu yang lama? tentu saja, diamana-mana yang namanya investasi tidak ada yang dapat dipanen dalam waktu yang singkat, tetapi jika kita tidak mulai saat ini, kita akan menikmati hasilnya dalam waktu yang lebih lama.

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

1 comments

  1. Admin // June 4, 2008 at 6:42 AM  

    Sekarang Kita bangkit menanam benih.. hasilnya untuk anak cucu Kita... Klo sekarang kayu/hutan di tebang terus terusan, anak cucu Kita dapat apaan yah?? dapat banjir n longsor nya kali ya??